Khotbah Minggu

Khotbah Minggu 14 September 2014

Khotbah Minggu 14 September 2014

Minggu XIV Setelah Pentakosta

JANGAN MENGHAKIMI SEBAB KAMU AKAN DIHAKIMI

(Rm 14:1-12)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kel 14:19-31 atau Kel 15:1b-11, 20-21 atau Kej 50:15-21; Mzm 114 atau Mzm 103:1-7, 8-13; Mat 18:21-35

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 14:1-12 selengkapnya dengan judul: Jangan menghakimi Saudaramu

14:1 Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. 14:2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. 14:3 Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. 14:4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. 14:5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. 14:6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. 14:7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. 14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 14:11 Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." 14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

---------------------------

Khotbah dalam penulisan dengan struktur sebagai berikut:

 

Pendahuluan

 

Pertama: Terimalah kelemahan dan perbedaan orang lain (ayat 1-3)

14:1 Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. 14:2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. 14:3 Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.

Kedua: Semua yang dilakukan adalah untuk Tuhan (ayat 4-6)

14:4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. 14:5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. 14:6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.

Ketiga: Hidup bukan untuk diri sendiri (ayat 7-9)

14:7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

Keempat: Janganlah menghakimi dan menghina saudaramu (ayat 10-12)

14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 14:11 Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." 14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Penutup

Tuhan Yesus memberkati.

 

Khotbah Minggu 7 September 2014

Khotbah Minggu 7 September 2014

Minggu XIII Setelah Pentakosta

kasih adalah kegenapan hukum Taurat

(Rm 13:8-14)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kel 12:1-14 atau Yeh 33:7-11; Mzm 149 atau Mzm 119:33-40; Mat 18:15-20

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 13:8-14 selengkapnya dengan judul: Kasih adalah kegenapan hukum Taurat

(13.8) Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. (13.9) Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (13.10) Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. (13.11) Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. (13.12) Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! (13.13) Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. (13.14) Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

----------------------------------

Pendahuluan

Nas minggu ini merupakan kelanjutan pasal 13:1-7 tentang perintah tunduk pada pemerintah yang resmi berkuasa dan dari Allah. Salah satu sikap tunduk itu adalah kepatuhan dalam membayar pajak dan cukai sehingga tidak menjadi hutang berkepanjangan. Sikap ini didasari atas kebenaran dan kasih kepada pilihan Allah yang memerintah untuk dipergunakan bagi kepentingan masyarakat banyak, yang kemudian kita menerima manfaatnya sebagai warga. Selanjutnya nas minggu ini menekankan kasih yang lebih menyeluruh di dalam hidup umat-Nya, sebab sesuai yang dituliskan, kasih sejatinya adalah kegenapan hukum Taurat. Sikap kasih itu dijabarkan dari larangan berpura-pura hingga wajib diwujudkan segera dalam kehidupan saat ini sebab waktu yang sempit sebelum kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Melalui bacaan minggu ini kita diberikan pengajaran tetang pelaksanaan kasih sebagai berikut.

 

 

Khotbah Minggu 31 Agustus 2014

Khotbah Minggu 31 Agustus 2014

Minggu XII Setelah Pentakosta

HIDUP DALAM KASIH DAN BUKAN PEMBALASAN

(Rm 12:9-21)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kel 3:1-15 atau Yer 15:15-21; Mzm 105:1-6, 23-26, 45c atau Mzm 26:1-8; Mat 16:21-28

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 12:9-21 selengkapnya: Nasihat untuk hidup dalam kasih

(12.9) Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. (12.10) Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (12.11) Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (12.12) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (12.13) Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! (12.14) Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! (12.15) Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (12.16) Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! (12.17) Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (12.18) Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (12.19) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (12.20) Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. (12.21) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

----------------------------------------

Pendahuluan

Allah memperlengkapi karunia rohani kepada setiap orang percaya, dan penggunaannya memerlukan dasar yang kokoh agar tidak berbelok kepada kepentingan diri sendiri. Dasar itu hanya ada pada kasih, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama yang merupakan inti pengajaran kristiani. Maka dapat dikatakan nas minggu ini tentang kasih sebagai pengajaran terhadap jemaat di Roma bisa dikatakan merupakan penggambaran sisi lain surat 1Kor 12-13, yakni mahkota dari karunia rohani adalah kasih. Allah memberikannya kepada kita karena kasih-Nya dan kita pun menggunakannya karena kasih. Dalam nas minggu ini juga diberikan makna kasih yang lebih dalam, bukan larangan dalam bentuk kepura-puraan, atau bukan pula terbatas hanya kepada pengertian sesama saja, tetapi juga pengertian kasih kepada yang membenci kita atau musuh! Inilah cara hidup orang percaya sebagai salah satu keunggulan ajaran Kristus yang merupakan pembaharuan ajaran mata ganti mata gigi ganti gigi. Melalui bacaan minggu ini kita diberikan pengajaran bagaimana hidup di dalam kasih sebagai berikut.

 

   

Khotbah Minggu 24 Agustus 2014

Khotbah Minggu 24 Agustus 2014

Minggu XI Setelah Pentakosta

PERSEMBAHAN YANG HIDUP DAN BENAR

(Rm 12:1-8)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kel 1:8-2:10 atau Yes 51:1-6; Mzm 124 atau Mzm 138; Mat 16:13-20

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 12:1-8 selengkapnya: Persembahan yang benar

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

------------------------------

Pendahuluan

Banyak orang memahami ibadah dalam arti yang terbatas, seperti berdoa, menghadiri kebaktian di gereja, bersaksi dan menyanyikan pujian, atau memberikan uang persembahan. Umat Yahudi juga demikian halnya, mereka lebih menekankan penyerahan korban persembahan sebagai ritual yang rutin saja dan melupakan makna dari ibadah itu yakni adanya penyesalan dan perubahan melalui pertobatan hati. Oleh karena itu melalui nas minggu ini, firman Tuhan melalui Rasul Paulus menekankan arti sebenarnya dari persembahan. Pesan Ilahi ini memberi kita perspektif yang lebih luas tentang makna ibadah yang benar dan sejati serta berkenan kepada Allah. Hal ini didasari bahwa semua hidup kita adalah kemurahan Allah semata dan meski kita diberi karunia rohani semua itu adalah untuk kemuliaan-Nya. Nas minggu ini memberi kita pengajaran sebagai berikut.

 

 

Khotbah Minggu 17 Agustus 2014

 Khotbah Minggu 17 Agustus 2014

 Minggu X Setelah Pentakosta

 SISA DAN PENYELAMATAN ISRAEL

 (Rm 11:1-2a, 29-32)

 Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kej 45:1-15 atau Yes 56:1, 6-8; Mzm 133 atau Mzm 67; Mat 15:10-20, 21-28

 (berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

 Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> Pembinaan -> Teologi

 Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

 Nas Rm 11:1-2a, 29-32 selengkapnya:

 11:1 Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. 11:2a Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. 11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. 11:30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, 11:31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. 11:32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. 11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

 

------------------------------------

 

Pendahuluan

 

Dalam pasal 9 dan 10 Rasul Paulus mengungkapkan keprihatinannya akan penolakan umat Yahudi terhadap Yesus Kristus. Meski bangsa itu telah diberikan keistimewaan sebagai bangsa pilihan dengan berkat-berkat yang besar, namun kembali kedegilan bangsa itu mencuat dengan menolak jalan baru yang diberikan bagi keselamatan mereka. Mereka tetap berusaha menyenangkan Allah dengan perbuatan meski akhirnya perbuatan itu seringkali gagal. Dalam hal ini Rasul Paulus melihat dilemma yang terjadi, antara Israel sebagai bangsa pilihan berikut janji penggenapan dengan penolakan terhadap rencana Allah melalui Yesus. Jelas ini menjadi pergumulan yang hebat bagi Paulus sebab dia adalah bagian dari umat pilihan itu. Pertanyaannya adalah: apakah tindakan Allah menjadi sia-sia?; bagaimana kelak rencana Allah terhadap mereka?; dan apakah Allah akan mengingkari janji-Nya bagi umat tersebut? Di lain pihak Rasul Paulus percaya bahwa kasih Allah adalah kekal khususnya kepada mereka yang dipilih-Nya. Melalui nas minggu ini kita diberikan pengajaran tentang hal itu sebagai berikut.

 

   

Page 1 of 29

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 224 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1862
mod_vvisit_counterKemarin11424
mod_vvisit_counterMinggu ini47861
mod_vvisit_counterMinggu lalu75228
mod_vvisit_counterBulan ini25695
mod_vvisit_counterBulan lalu207457
mod_vvisit_counterKeseluruhan2023886

We have: 6 guests, 95 bots online
IP anda: 54.197.188.35
 , 
Hari ini: Sep 03, 2014