Pojok Doa

Doa Bapa Kami

Bapa kami yang di surga
Dikuduskanlah nama-Mu
Datanglah Kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu
Di bumi seperti di Surga
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami
Dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan
Tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat
[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya
Amin.]

 

                                                               -----------------------------------------------------------------------

SEPUTAR DOA

Definisi berdoa:

  1. Kesempatan manusia untuk menjangkau Allah.
  2. Kebaktian yang meliputi sikap roh manusia dalam pendekatannya kepada Allah.
  3. Dialog dengan Allah.

 

Mengapa harus berdoa:

  1. Allah adalah Pencipta dan Pemelihara kehidupan kita dan Dia Mahakuasa.
  2. Kita orang berdosa dan Allah itu kudus (Mzm 51: 7; 130: 1-3; Ef 2: 1; 1Pet 1: 15-16; Ibr 12: 14) untuk mohon pengampunan dan pengudusan.
  3. Diperintah oleh Allah untuk meminta (Mat 7: 7; Yoh 16: 24; Fil 4: 6; Yes 55: 6).
  4. Berjaga-jaga dan benteng pertahanan (Mat 6: 13; Mrk 13: 33; Maz 46: 1; 1 Taw 11: 4-9; Luk 22: 40; Yoh 17: 17).
  5. Memperoleh berkat rohani dan sukacita (Kis 1: 18; Luk 9: 1)
  6. Memperoleh berkat jasmani (Mat 6: 11).

 

Sikap berdoa:

  1. Menutup mata, melipat tangan, sebagai tanda penyerahan.
  2. Mengusap dada dengan perasaan takut (Luk 18: 13; Ibr 12: 28b)
  3. Berdiri mengangkat tangan (1Raj 8: 22; Mzm 28: 2; 141: 2; 134: 2; Rat 2: 19; 1Tim 2: 8).
  4. Berlutut mengangkat tangan (2Taw 6: 13b) atau berlutut tertunduk (Luk 22: 41 di Getsemani; Kis 20: 36)
  5. Sujud menyembah (Bil 16: 22; Mzm 95: 6; 1Taw 21: 16; Mat 26: 39).
  6. Diam, doa hening, Tuhan tahu keperluan kita; Sebelum kita bicara, Tuhan sudah menjawab (Mat 6: 8; Yes 65: 24).
  7. Dengan menangis (Ibr 5: 7).

 

Catatan: Sikap berdoa ini lebih pendekatan individual. Untuk kehidupan berjemaat, selayaknya menyesuaikan dengan pakem dan tradisi di masing-masing gereja.

 

Lingkungan berdoa:

  1. Sendiri di tempat tertutup/kamar (Mat 6: 6).
  2. Sendiri di tempat sunyi (Mat 26: 36; Luk 22: 39).
  3. Bersama sebagai doa umum dan syafaat (Mat 18: 19; 1Tim 2: 1-2; Ibr 10: 25)
  4. Di mana saja, tetaplah berdoa (1 Tes 5: 17).

 

Waktu berdoa:

  1. Jangan bertele-tele (Mat 6: 7)
  2. Pada maktu pagi dan malam (Mzm 3 – 5; 119: 147; Mzm 134;  ), Daniel 3 x sehari, Daud 7 x sehari.
  3. Berulang-ulang dan tidak jemu-jemu (Mat 26: 44; Luk 18: 1; 1Tim 5: 5).
  4. Semalaman (Luk 6: 12).

Isi doa:

Doa bukanlah daftar belanjaan. Urutan dan isi doa sebaiknya sbb:

  1. Pengucapan syukur atas berkat dan pemeliharaan Tuhan untuk pribadi.
  2. Permohonan pengampunan dosa untuk layak berkomunikasi dengan Allah
  3. Ucapan syukur dan permohonan untuk keluarga (orangtua, anak, dll)
  4. Permohonan untuk pemeliharaan untuk hamba-hamba Tuhan dalam rangka tugas kerinduan atas ”Datanglah kerajaan-Mu” (ingat Doa Bapa Kami)
  5. Permohonan untuk pergumulan pemimpin bangsa
  6. Permohonan untuk beban pergumulan orang lain, yang bermasalah termasuk mereka yang menginjili di daerah-daerah terpencil, korban bencana alam, kemiskinan, dsb.
  7. Permohonan untuk pribadi.

Urutan doa bisa berubah tetapi sebaiknya doa untuk kepentingan pribadi terakhir.

Jaminan doa orang percaya:

  1. Roh Kudus akan menolong kita berdoa (Rm 8: 26)
  2. Akan dikabulkan sepanjang dalam nama Yesus (Yoh 14: 13-14; 16: 23)
  3. Meminta sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.
  4. Lebih banyak dari yang kita doakan (Ef. 3: 20 – 21)
  5. Dengan berpuasa akan menambah ”keseriusan” doa kita dalam meminta (Mat 17: 21)

Kesimpulan

Berdoa itu memerlukan ketekunan untuk mengucap syukur, berjaga-jaga dan sebagai benteng pertahanan. Namun, ketika keadaan yang menekan itu datang, maka selayaknya:

  1. Kita memeriksa diri kita atas dosa yang telah atau terus kita perbuat. Pintu penyesalan, pertobatan, dan pemulihan terbuka dari Tuhan Yesus.
  2. Ketika keadaam menekan terjadi di sekitar kita, maka kita wujudkan iman kita dalam perbuatan untuk bersaksi dan menyatakan kasih dan pertolongan.
  3. Ketika hal yang menekan itu tidak dapat lagi ”masuk akal” kita dan upaya manusia sudah tidak berarti, maka serahkanlah segalanya pada Dia dan masuk dalam rencana-Nya yang indah.

Tuhan memberkati pelayanan kita.

Pdt. Ir. Ramles M. Silalahi, D.Min

 

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 4 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini30
mod_vvisit_counterKemarin14
mod_vvisit_counterMinggu ini113
mod_vvisit_counterMinggu lalu192
mod_vvisit_counterBulan ini586
mod_vvisit_counterBulan lalu1099
mod_vvisit_counterKeseluruhan8047230

We have: 1 guests online
IP anda: 54.81.150.27
 , 
Hari ini: Sep 19, 2018